Strategic Trial Skills : Membangun Kepercayaan Diri, Komunikasi, dan Kepemimpinan dalam Persidangan

Telah dilaksanakan kegiatan pelatihan dengan judul “Strategic Trial Skills : Membangun Kepercayaan Diri, Komunikasi, dan Kepemimpinan dalam Persidangan” yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Sosiologi FISIP Universitas Andalas. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pembekalan praktis kepada mahasiswa dalam menghadapi situasi persidangan, meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, serta menumbuhkan keterampilan kepemimpinan yang efektif.

Kegiatan ini diadakan sebagai bagian dari upaya untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam menghadapi dunia profesional, khususnya dalam bidang hukum dan komunikasi publik. Dalam persidangan, kemampuan untuk berbicara dengan percaya diri, menyampaikan argumen secara jelas, dan memimpin tim dengan efektif merupakan hal yang sangat penting. Oleh karena itu, pelatihan ini dirancang untuk memberikan pengetahuan teori sekaligus praktik melalui simulasi dan latihan interaktif.

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah:

  1. Meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam menghadapi persidangan atau situasi berbicara di depan publik.
  2. Melatih kemampuan komunikasi verbal dan nonverbal agar peserta mampu menyampaikan argumen secara efektif.
  3. Mengembangkan kemampuan kepemimpinan peserta dalam konteks persidangan dan kerja tim.
  4. Memberikan pengalaman langsung melalui simulasi persidangan sehingga peserta dapat menerapkan teori secara praktis.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh moderator, Ramadanil Jauza, yang menyampaikan sambutan singkat mengenai pentingnya keterampilan persidangan dalam pengembangan profesional mahasiswa. Moderator juga menjelaskan tujuan dan alur kegiatan agar peserta memahami manfaat yang akan diperoleh selama pelatihan.

Setelah pembukaan, narasumber, Agung Wahyu Pratama, memulai sesi pertama yang berfokus pada pembangunan kepercayaan diri. Dalam sesi ini, narasumber menyampaikan teknik menghadapi rasa gugup, pengaturan postur, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh yang dapat meningkatkan kepercayaan diri. Peserta kemudian melakukan latihan role-play, termasuk memperkenalkan diri di depan kelompok dan menyampaikan pernyataan pembukaan persidangan dengan percaya diri.

Sesi kedua membahas komunikasi efektif dalam persidangan. Narasumber menekankan pentingnya penggunaan bahasa yang jelas, struktur argumen yang logis, dan intonasi suara yang tepat. Peserta diberi kesempatan untuk menyusun argumen singkat berdasarkan contoh kasus persidangan, kemudian menyampaikannya di depan peserta lain. Latihan ini membantu peserta memahami bagaimana komunikasi verbal dan nonverbal bekerja secara sinergis dalam menyampaikan pesan yang meyakinkan.

Share the Post: