Sejarah

Jurusan Sosiologi adalah salah satu dari empat jurusan (Jurusan Sejarah, Jurusan Sastra Indonesia, Jurusan Sastra Inggris) dalam berdirinya Fakultas Sastra Universitas Andalas, berdasarkan Surat Keputusan Presiden No. 39 tahun 1982 dan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0538/0/1983, tertanggal 8 Desember 1983. Pada saat itu Jurusan Sosiologi terdiri dari dua program studi yaitu Program Studi Sosiologi dan Program Studi Antropologi dengan menerima mahasiswa angkatan pertama tahun akademik 1982/1983 dan mulai perkuliahan pada bulan Agustus 1982. Program studi ini berhasil meluluskan dan mewisuda sarjana angkatan pertama pada bulan November 1986.

Jurusan sosiologi sejak tahun 1989 telah melakukan berbagai kerjasama diantaranya dengan SOAS (University of London dan British Council). Bentuk kerjasama tersebut berupa kunjungan dan kursus singkat ke Program Studi Sosiologi, seperti Dr. E.U. Kratz, Dr. Russel Jones, Dr. Jonathan Rigg, Prof. Dr. Mark Hobart, Dr. Johan Potties. Sebagai balasan Prof. Dr. Abdul Aziz Saleh, MA dan Prof. Dr. Khaidir Anwar, Prof. Dr. Imran Manan, MA melakukan kunjungannya ke SOAS. Tiga orang dosen Program Studi sosiologi juga ikut untuk waktu tiga bulan dan satu diantaranya selama enam bulan.

Usaha untuk mendirikan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Andalas sudah dilakukan semenjak pendirian Fakultas Sastra dengan anggota tim: Dr. Mochtar Naim, MA (Ketua) Prof. Dr. Abdul Aziz Saleh, MA, Prof. Dr. Imran Manan, MA. Bersamaan dengan Prof. Dr. Abdul Aziz Saleh, MA sebagai Dekan Fakultas Sastra keluarnya Surat Keputusan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan No. 0202/0/1993, tertanggal 13 Mei 1993 tentang Pendirian Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang terdiri dari dua Program Studi yaitu Program Studi Sosiologi dan Program Studi Antropologi.

Jurusan sosiologi dengan program studi sosiologi menjadi salah satu Program Studi yang berada di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Andalas diperkuat berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi No. 20/DIKTI/Kep/1994, tanggal 15 Januari 1994.

Pada tahun 1994 Program Studi Sosiologi mengadakan kerjasama dengan Bielefeld University, Jerman, dalam rangka penelitian dan pengembangan dosen. Prof. Dr. Hans- Dieter Evers dan Dr. Solvay Gerke sebagai dosen tamu dari universitas tersebut di Program Studi Sosiologi. Kemudian dilanjutkan oleh kedatangan Prof. Dr. George Stauth memberikan kursus singkat untuk dosen dan mahasiswa. Sebagai balasan Prof. Dr. Abdul Aziz Saleh, MA berkunjung ke Bielefeld University beserta dua orang dosen yang melanjutkan studi program doktor, salah satunya dari Jurusan Sosiologi, Drs. Damsar, MA.
Pada tahun 1999, Jurusan Sosiologi mengajukan akreditasi ke Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), dan mendapatkan nilai C yang berlaku untuk 3 tahun. Setelah masa berlaku akreditasi habis, maka pada tahun 2005, Jurusan Sosiologi mengajukan akreditasi ulang dan memperoleh nilai B. Pada tahun 2011 berdasarkan asesmen dari BAN-PT, program studi sosiologi memperoleh nilai akreditasi A dengan masa berlaku sampai tahun 2016. Tahun 2013, Jurusan Sosiologi memperoleh predikat sebagai Program Studi Terbaik II di lingkungan Universitas Andalas.

Menjamin keberlanjutan (sustainability) jurusan sosiologi terutama meningkatkan animo calon mahasiswa, sejumlah upaya yang dilakukan meliputi perbaikan kurikulum, perbaikan metode pembelajaran, mendorong tenaga pengajar untuk memperbanyak penelitian dan pengabdian, mendorong dosen-dosen tetap untuk berkontribusi dalam berbagai even nasional atau daerah baik sebagai narasumber maupun sebagai pengamat, meningkatkan pencitraan melalui roadshow ke berbagai sekolah yang ada di wilayah Pulau Sumatera. Disamping itu para alumni bekerja pada bidang linier (bidang sosiologi) sudah menunjukkan identitas mereka sebagai alumni sosiologi lewat pekerjaan yang ditekuni.

Jumlah peminat yang masuk ke jurusan sosiologi mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Berdasarkan data fakultas, angka keketatan jurusan sosiologi dari tahun ke tahun adalah sebagai berikut : 9,75 (2011), 15,86 (2012), 35,64 (2013), 36,00 (2014),38,00 (2015).
Semenjak tahun 2010, Jurusan sosiologi melakukan kerjasama dengan University of Malaya berupa kegiatan seminar internasional dan program pertukaran mahasiswa (student exchange). Direncanakan kerjasama ini dapat dilanjutkan berupa program credit earning di masa datang, yakni kegiatan mengikuti kuliah penuh selama satu semester di University of Malaya.

Semenjak berdirinya, Jurusan sosiologi telah dipimpin oleh enam orang Ketua Jurusan, yakni : Dr. Mochtar Naim, MA (1982-1984), Prof. Dr. Imran Manan, MA (1984-1994), Prof. Dr. Abdul Aziz Saleh, MA (1994-2000), Drs. Wahyu Pramono, M.Si (2000-2008), Dr. Azwar, M.Si (2008-2012), Dr. Elfitra, M.Si (2012-2016), Dr. Jendrius, M.Si (2021-2025), dan Dr. Maihasni (2020-sekarang).

Jumlah alumni sampai sekarang sudah mencapai 930 orang dan telah menjadi PNS di berbagai instansi pemerintah terutama di lingkungan Provinsi Sumatera Barat, seperti BKKBN, kementerian sosial, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi (dosen) dan sekolah menengah (guru). Sektor kedua penyedot lulusan jurusan ini adalah NGO dan media massa. Alumni jurusan sosiologi sudah bekerja di berbagai lembaga NGO dan institusi media massa di seluruh Indonesia. Disamping itu sejak beberapa tahun terakhir, cukup banyak lulusan yang bekerja di sektor perbankan.
Pada tahun 2022, berdasarkan Peraturan Rektor No. 7 Tahun 2022 Jurusan Sosiologi berubah nama menjadi Departemen Sosiologi yang terdiri dari program studi Sarjana Sosiologi, Magister Sosiologi, dan Doktor Sosiologi.