Dosen Departemen Sosiologi FISIP Universitas Andalas melaksanakan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi Bidang Pengabdian kepada Masyarakat dengan tema “Penanggulangan Stunting Berbasis Institusi Lokal” yang bertempat di Nagari Koto Baru, Kabupaten Padang Pariaman. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, memperkuat kapasitas masyarakat, serta mendorong peran aktif institusi lokal dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting secara berkelanjutan.
Pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, di mana perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi nyata dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Salah satu isu yang masih menjadi perhatian nasional adalah tingginya angka stunting yang berdampak terhadap kualitas kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan anak. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada aspek kesehatan, tetapi juga memperhatikan dimensi sosial, budaya, kelembagaan, dan partisipasi masyarakat dalam upaya penanggulangannya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan Pemerintah Nagari Koto Baru. Dalam sambutannya disampaikan apresiasi kepada Departemen Sosiologi FISIP Universitas Andalas atas pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang mengangkat tema stunting sebagai salah satu isu strategis dalam pembangunan masyarakat. Pemerintah nagari berharap kegiatan ini dapat memberikan pengetahuan baru sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam menurunkan angka stunting di wilayah Nagari Koto Baru.
Selanjutnya, perwakilan tim dosen Departemen Sosiologi menyampaikan tujuan pelaksanaan kegiatan, yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini melalui pendekatan berbasis institusi lokal. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa keberhasilan penanggulangan stunting tidak hanya bergantung pada pelayanan kesehatan, tetapi juga memerlukan dukungan keluarga, lembaga adat, kelompok masyarakat, organisasi perempuan, lembaga pendidikan, serta berbagai institusi sosial yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Pendekatan berbasis institusi lokal diyakini mampu memperkuat partisipasi masyarakat karena memanfaatkan nilai-nilai sosial, budaya, dan kearifan lokal yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini mencakup pemahaman mengenai stunting, faktor-faktor penyebabnya, dampak jangka pendek maupun jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia, serta berbagai strategi pencegahan yang dapat dilakukan secara bersama-sama. Selain itu, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai pentingnya pemenuhan gizi pada ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, pola asuh anak, sanitasi lingkungan, serta peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Salah satu fokus utama dalam kegiatan ini adalah penguatan peran institusi lokal sebagai agen perubahan di masyarakat. Tim pengabdian menjelaskan bahwa lembaga seperti PKK, Posyandu, kelompok pengajian, organisasi kepemudaan, lembaga adat, dan pemerintah nagari memiliki potensi besar dalam menyebarluaskan informasi, membangun kesadaran masyarakat, serta menggerakkan partisipasi warga dalam berbagai program pencegahan stunting. Dengan melibatkan institusi lokal secara aktif, diharapkan program penanggulangan stunting dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, dan sesuai dengan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui metode penyuluhan, diskusi, dan tanya jawab. Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai pola hidup sehat, pemenuhan gizi keluarga, tantangan yang dihadapi dalam pencegahan stunting, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak. Diskusi tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk berbagi pengalaman sekaligus mencari solusi terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi di lingkungan masing-masing.
Kontributor,
Noliza Safitri, S.Kom