Lokakarya Nasional dan Pengabdian Masyarakat oleh APSSI, tema “Merancang Kurikulum Sosiologi yang Berdampak : Sinkronisasi Strategi Kolaborasi Inovatif Dosen-Guru untuk Akreditasi Unggul”

Pada hari Minggu – Kamis, tanggal 28 September s/d 02 Oktober 2025, telah diselenggarakan kegiatan Lokakarya Nasional dan Pengabdian Masyarakat yang diinisiasi oleh Asosiasi Program Studi Sosiologi Indonesia (APSSI). Kegiatan ini berlangsung dari pukul 08.00 – 18.00 WIB setiap harinya dan bertempat di Aula Latif Hendraningrat, Gedung Dewi Sartika Kampus A, Universitas Negeri Jakarta, Jl. Rawamangun Muka 4–6, Jakarta Timur. Kegiatan ini dihadiri oleh para ketua program studi, dosen, peneliti, guru sosiologi SMA/SMK/MA, praktisi pendidikan, serta perwakilan lembaga mitra dari berbagai wilayah Indonesia.

Pelaksanaan lokakarya ini merupakan bagian dari upaya strategis APSSI untuk memperkuat kualitas kurikulum Program Studi Sosiologi di Indonesia serta menjawab tuntutan akreditasi unggul yang berorientasi pada kinerja, dampak, dan kolaborasi. Tema “Merancang Kurikulum Sosiologi yang Berdampak: Sinkronisasi Strategi Kolaborasi Inovatif Dosen–Guru untuk Akreditasi Unggul” dipilih sebagai respon atas dinamika perkembangan ilmu sosiologi, kebutuhan pembaruan pembelajaran, serta perlunya penyelarasan antara perguruan tinggi dan pendidikan menengah dalam kerangka pengembangan kompetensi lulusan.

Pada hari pertama, kegiatan dibuka dengan sambutan dari Ketua APSSI serta perwakilan pimpinan Universitas Negeri Jakarta. Sambutan menekankan pentingnya membangun kolaborasi lintas level pendidikan agar kurikulum sosiologi dapat lebih kontekstual, responsif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan panel yang menghadirkan beberapa narasumber nasional yang membahas arah pengembangan kurikulum sosiologi, tantangan akreditasi unggul, dan strategi inovasi pedagogik. Para peserta antusias mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas isu-isu utama, seperti integrasi literasi digital, pemanfaatan big data dalam riset sosial, serta pendekatan interdisipliner dalam pembelajaran sosiologi.

Pada hari kedua hingga keempat, rangkaian lokakarya difokuskan pada penyusunan dokumen kurikulum, analisis capaian pembelajaran lulusan (CPL), perumusan matriks kurikulum, serta workshop praktis mengenai desain pembelajaran yang melibatkan guru-guru sosiologi dari berbagai provinsi. Dalam sesi ini, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok kerja untuk mendiskusikan relevansi materi ajar, penyelarasan CPL dengan profil lulusan, serta penguatan keterampilan sosial dan kompetensi abad ke-21. Para guru turut memberikan masukan berharga terkait kebutuhan kurikulum pada tingkat sekolah menengah, sehingga terjadi pertukaran pengetahuan dua arah antara perguruan tinggi dan sekolah.

Selain lokakarya akademik, kegiatan ini juga memasukkan unsur pengabdian masyarakat, di mana peserta melakukan pendampingan kepada komunitas pendidikan lokal serta memberikan pelatihan dasar mengenai metode analisis sosial berbasis data. Program ini dirancang untuk memperluas dampak kegiatan tidak hanya pada institusi pendidikan tinggi tetapi juga pada pemangku kepentingan lainnya, sehingga nilai kebermanfaatan kegiatan dapat dirasakan lebih luas.

Pada hari kelima, rangkaian kegiatan ditutup dengan pleno penyampaian hasil lokakarya dari masing-masing kelompok. Setiap kelompok mempresentasikan rancangan kurikulum dan rekomendasi strategis untuk mendukung pencapaian akreditasi unggul. Hasil pleno menunjukkan bahwa kolaborasi antara dosen dan guru mampu menghasilkan gagasan inovatif, seperti integrasi proyek kolaboratif lintas jenjang, penggunaan studi kasus berbasis lokal, serta penguatan asesmen autentik dalam pembelajaran sosiologi. Selain itu, peserta sepakat untuk melanjutkan kerja sama dalam bentuk forum rutin dan tindak lanjut penelitian bersama.

Secara keseluruhan, kegiatan Lokakarya Nasional dan Pengabdian Masyarakat APSSI 2025 ini berjalan dengan lancar, produktif, dan penuh antusiasme. Seluruh peserta mendapatkan wawasan baru, peningkatan kapasitas, serta jaringan kolaborasi yang lebih kuat. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi langkah maju dalam membangun kurikulum sosiologi yang berdampak, inovatif, dan relevan terhadap dinamika sosial masyarakat Indonesia, serta menjadi kontribusi nyata dalam peningkatan mutu akreditasi program studi.

Kontributor
Noliza Safitri

Share the Post: