Pada hari Rabu – Jumat, tanggal 24–26 Juni 2026, Departemen Sosiologi Program Studi S1, S2, dan S3 Sosiologi FISIP Universitas Andalas berpartisipasi dalam Konferensi Nasional Sosiologi ke-XII yang dirangkaikan dengan Kongres Asosiasi Program Studi Sosiologi Indonesia (APSSI) ke-V. Kegiatan ini mengusung tema “Proyek Strategis Nasional (PSN): Menakar Konsekuensi Pembangunan dan Arah Kepentingan Nasional” dan diselenggarakan di Bali Paragon Resort Hotel, Jalan Raya Kampus Udayana, Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Provinsi Bali.
Keikutsertaan Departemen Sosiologi Program Studi S1, S2, dan S3 Sosiologi dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mendukung peningkatan kualitas akademik, memperluas jejaring kerja sama, memperkuat budaya penelitian, serta meningkatkan kontribusi sivitas akademika dalam pengembangan ilmu sosiologi di tingkat nasional. Forum ilmiah ini menjadi salah satu agenda penting yang mempertemukan akademisi, peneliti, dosen, mahasiswa, praktisi, serta pengelola program studi sosiologi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk bertukar gagasan, pengalaman, serta hasil-hasil penelitian terkait berbagai isu sosial dan pembangunan.
Konferensi Nasional Sosiologi ke-XII diselenggarakan sebagai wadah akademik untuk mendiskusikan berbagai fenomena sosial yang berkembang di tengah masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN). Tema yang diangkat mencerminkan pentingnya kajian sosiologis dalam memahami berbagai konsekuensi pembangunan, baik dari aspek sosial, ekonomi, budaya, politik, maupun lingkungan. Melalui forum ini, para peserta didorong untuk memberikan analisis ilmiah yang kritis sekaligus menawarkan rekomendasi kebijakan yang dapat mendukung pembangunan nasional yang berkeadilan, inklusif, dan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan acara pembukaan yang dihadiri oleh pengurus Asosiasi Program Studi Sosiologi Indonesia (APSSI), pimpinan perguruan tinggi, akademisi, peneliti, serta seluruh peserta konferensi. Dalam sambutan pembukaan disampaikan bahwa ilmu sosiologi memiliki posisi strategis dalam mengkaji berbagai dinamika pembangunan nasional. Oleh karena itu, kolaborasi antarakademisi melalui konferensi nasional menjadi salah satu upaya penting dalam menghasilkan pemikiran-pemikiran ilmiah yang mampu memberikan kontribusi terhadap penyusunan kebijakan publik yang berbasis pada kebutuhan dan kondisi masyarakat.
Selama pelaksanaan konferensi, delegasi Departemen Sosiologi FISIP Universitas Andalas mengikuti berbagai sesi pleno yang menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, peneliti, dan praktisi. Materi yang disampaikan mencakup berbagai isu mengenai implementasi Proyek Strategis Nasional, dampaknya terhadap masyarakat lokal, perubahan struktur sosial, pengelolaan sumber daya, konflik agraria, pembangunan wilayah, transformasi sosial, ketimpangan pembangunan, hingga tantangan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Diskusi berlangsung secara aktif dengan melibatkan peserta dari berbagai perguruan tinggi sehingga menghasilkan pertukaran gagasan yang konstruktif dan memperkaya perspektif akademik.
Selain mengikuti sesi pleno, peserta dari Departemen Sosiologi juga berpartisipasi dalam berbagai sesi paralel yang berisi presentasi hasil penelitian dosen, mahasiswa, dan peneliti dari berbagai institusi. Forum tersebut menjadi ruang akademik untuk mendiseminasikan hasil penelitian, memperoleh masukan dari peserta lain, serta memperkuat kualitas penelitian yang dilakukan. Kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi penelitian lintas perguruan tinggi yang diharapkan dapat menghasilkan publikasi ilmiah bersama pada jurnal nasional maupun internasional bereputasi.
Bersamaan dengan pelaksanaan konferensi, diselenggarakan pula Kongres APSSI ke-V yang diikuti oleh perwakilan program studi sosiologi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kongres ini membahas berbagai agenda strategis organisasi, antara lain evaluasi pelaksanaan program kerja, penguatan kelembagaan APSSI, pengembangan kurikulum pendidikan sosiologi, peningkatan mutu pembelajaran, penguatan jejaring penelitian, serta penyusunan program kerja organisasi untuk periode selanjutnya. Keikutsertaan Departemen Sosiologi FISIP Universitas Andalas dalam kongres tersebut menunjukkan komitmen institusi dalam mendukung pengembangan pendidikan sosiologi di Indonesia melalui peran aktif dalam organisasi profesi.
Kontributor,
Noliza Safitri, S.Kom